Hadis Shahih

TIP: Right-click and select "Save link as.." to download video

YA'JUJ & MA'JUJ 📝 Asy-Syaikh ibnu 'Utsaimin رحمه الله : Pertanyaan : "Apakah yang dimaksud dengan Ya'juj dan Ma'juj ??" Jawab : "Yang dimaksud dengan Ya'juj dan Ma'juj yaitu keduanya adalah dua kabilah/suku dari keturunan Adam, sebagaimana yang telah ada penjelasannya dari hadits Nabi ﷺ. Adapun yang beredar dari berbagai buku-buku bahwasanya mereka ada yang kerdil dan ada yang besar dan diantara mereka ada yang telinganya terlentang dan lainnya terlipat atau yang semisal itu, maka semua ini tidak ada asalnya. Dan mereka adalah dari keturunan Nabi Adam (yakni manusia) dan bertabiat keturunan Adam (memiliki sifat manusia sebagaimana yang lainnya,-red) Akan tetapi mereka pada waktu/zaman Dzulqarnain, mereka adalah kaum yang merusak di muka bumi, Maka orang-orang disekitarnya meminta kepada Dzulqarnain agar dia membuatkan antara mereka dengan Kaum Ya'juj dan Ma'juj sebuah benteng agar menghalangi mereka agar sampai ke orang-orang dan merusak di muka bumi, maka beliau (Dzulqarnain) pun membuatnya. dan berkata, sebagaimana dalam Al Qur'an : آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا berilah aku potongan-potongan besi. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu. Surah Al-Kahfi (18:96). Maka Allah Ta'ala mencukupi mereka dari kejelekan Ya'juj dan Ma'juj. Kemudian nanti diakhir zaman dan setelah turunnya Nabi 'Isa عليه الصلاة و السلام mereka keluar kepada manusia dan menyebar. Yaitu mereka keluar dan menyebar dimuka bumi dan mengepung Nabi 'Isa bin Maryam dan orang-orang yang beriman yang bersama beliau disebuah gunung di Baitul Maqdis, lalu Allah Tabaraka wa Ta'ala menjatuhkan ulat kepada mereka (Kaum Ya'juj & Ma'juj) dan menimpa ke leher-leher mereka dan memakan mereka. Lalu mereka pun mati, semua mati (sekaligus,-red) seperti matinya satu lelaki. Allah Subhana wa Ta'ala menjaga Nabi 'Isa dan pengikutnya dari kejahatan mereka." 📚 Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb > Kaset No. 49 السؤال: ما المقصود بيأجوج ومأجوج ؟ الجواب: المقصود بيأجوج ومأجوج أنهما قبيلتان من بني آدم ، كما جاء في ذلك الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم، وما ورد في بعض الكتب من أن منهم القصير جداً ومنهم الكبير ومنهم الذي يفترش أذنيه ويلتحف بالأخرى وما أشبه ذلك فكل هذا لا أصل له، وإنما هم من بني آدم وعلى طبيعة بني آدم، ولكنهم كانوا في وقت ذي القرنين، كانوا قوماً مفسدين في الأرض، فطلب جيرانهم من ذي القرنين أن يجعل بينهم وبينهم سداً حتى يمنعهم من الوصول إليهم وإفسادهم في أرضهم، ففعل ذلك، وقال: ﴿آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ﴾ الجبلين ﴿قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا﴾ ففعلوا ﴿فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا﴾. فكفى الله جيرانهم شرهم. ثم إنه في آخر الزمان وبعد نزول عيسى عليه الصلاة والسلام يخرجون على الناس ويُبعثون؛ بمعنى أنهم يخرجون وينتشرون في الأرض ويحصرون عيسى ابن مريم والمؤمنين معه في جبل بيت المقدس، ثم يلقي الله تبارك وتعالى في رقابهم دودةً تأكل رقابهم فيصبحون فرسى؛ جمع فريسة؛ يعني موتى كلهم ميتة رجلٍ واحد، ويقي الله سبحانه وتعالى عيسى وأصحابه شرهم. ابن عثيمين رحمه الله تعالى المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [49] رابط المقطع الصوتي http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_049_18.mp3 📮 SALAM Baca juga : Mengenal Ya’juj dan Ma’juj : http://asysyariah.com/mengenal-yajuj-dan-majuj/ Baca juga : Benarkah Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu bahwa beliau berpendapat tentang telah munculnya Ya`juj dan Ma`juj dan bahwa mereka itu adalah penduduk Cina. Selengkapnya : http://asysyariah.com/yajuj-dan-majuj-bangsa-perusak-dan-kebinasaannya/ Baca juga: Ya’juj dan Ma’juj Sudah Muncul ? Ya`juj dan Ma`juj, bangsa yang nanti akan muncul menjelang hari kiamat memang sudah ada sekarang di sebuah wilayah yang dipagari oleh sebuah “benteng”. Namun benarkah mereka telah berhasil menembus dinding besi dan tembaga yang mengisolir mereka selama ini kemudian mewujud dalam bangsa yang mendiami wilayah Rusia dan negaranegara pecahan Soviet di Asia Tengah dan sebagian Eropa? Dan benarkah mereka adalah bangsa Mongol (Tartar)? Selengkapnya : http://asysyariah.com/apakah-yajuj-dan-majuj-sudah-muncul/ Baca juga : Kisah Raja Dzulqarnain dalam Surat Al-Kahfi : http://asysyariah.com/kisah-dzulqarnain-dalam-surat-al-kahfi/ Bersambung ke komentar

Hadis Shahih 9 months ago

➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar Dimuka Bumi ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 1⃣ Siapakah Ya'juj dan Ma'juj❓ Ya'juj dan Ma'juj adalah bangsa manusia dari keturunan Adam dan Hawa yang hidup dimuka bumi ini. Jumlah mereka sangat banyak dan mereka adalah kaum perusak di muka bumi dengan kerusakan yang sangat besar. Allah Ta'ala keluarkan mereka diakhir zaman kelak. Dalil bahwa Ya'juj Ma'juj adalah keturunan Adam dan Hawa, hadits dari Shahabat Abu Sa'id Al Khudri Rodhiyallohu'anhu dari Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda, Allah ta'ala berfirman, Wahai Adam❗Adam pun menjawab, aku sambut panggilan Mu ya Allah dan aku siap sepenuhnya menerima perintah Mu. Kemudian Allah ta'ala berfirman, keluarkanlah para penghuni Neraka dalam riwayat lain Keluarkanlah Para penghuni Jahannam dari anak keturunanmu. Adam bertanya, siapakah para utusan ke Neraka❓Allah ta'ala berfirman, Setiap seribu Orang ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan (999). Maka ketika itu anak anak kecil mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandungannya dan Kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidak mabuk, namun adzab Allah itu pedih. Berita ini terasa berat atas mereka (Para sahabat), maka mereka pun bertanya, Siapakah dari kami yang Satu orang tersebut❓Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam menjawab Bergembiralah, sesungguhnya seribu dari kalangan Ya'juj Ma'juj dan dari kalian satu orang. (HR.al Bukhoriy 6530) Hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj termasuk keturunan Adam, 'Alaihissalam, An Nawawi Rohimahulloh mengatakan, Mereka (Ya'juj dan Ma'juj) adalah keturunan Adam, menurut mayoritas ulama. Ibnu Abdil Barr mengatakan Ijma' bahwa mereka adalah keturunan Yafits bin Nuh 'Alaihissalam. Bersambung...

Hadis Shahih 9 months ago

➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum perusak Terbesar Dimuka Bumi ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 2⃣ Dalil Dalil Tentang Ya'juj dan Ma'juj Allah ta'ala berfirman mengisahkan tentang seorang raja besar, Dzulqornain yang membuat tembok pembatas Ya'juj dan Ma'juj dengan Izin Allah ta'ala yang membentengi mereka sehingga tidak bisa keluar berbuat kerusakan dimuka bumi, sampai waktu yang Allah kehendaki kelak : Kemudian dia (Dzulqornain) menempuh suatu jalan (yang lain lagi) Hingga tatkala dia telah sampai diantara dua buah gunung, dia mendapati dihadapan kedua gunung, dia itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: Wahai Dzuqornain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj membuat kerusakan dimuka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepada Anda, supaya Anda membuat dinding antara kami dan mereka❓. Dzulqornain berkata: Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik. Maka bantulah aku dengan kekuatan (Manusia dan alat alat), agar aku membuatkan dinding antara kalian dan mereka. Berilah aku potongan potongan potongan besi❗. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkata Dzulqornain : Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan keatas besi panas itu. Maka mereka (Ya'juj dan Ma'juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqornain berkata: Ini (Dinding) adalah rahmat dari Rabbku. Maka apabila sudah benar janji Rabbku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar. Kami Biarkan mereka dihari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu kami kumpulkan mereka itu semuanya, dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang orang kafir dengan jelas. (Al Kahfi : 92-100). Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda, لا إله إلا اللّٰه، ويل للعرب من شر قد افترب، فتح اليوم من ردم يأجوج و مأجوج مثل هذه)) وخلق بإصبعه الإبهام و التي تلتيها، قلت زينب بنت جحش فقلت يا رسول اللّٰه: أنهلك وفينا الصالحون؟ قال:(( نعم إذا كثر الخبث)) *Laa Ilaaha Illallah, celakalah bagi bangsa arab karena kejelekan yang telah semakin dekat. Hari ini telah terbuka dari tembok Ya'juj dan Ma'juj seperti ini, kemudian beliau melingkarkan ibu jarinya dengan jari berikutnya, Zainab bintu Jahsy berkata, Wahai Rasulullah, apakah kami juga akan binasa sementara ditengah tengah kami ada orang orang sholih❓ Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam menjawab, Ya. Apabila telah banyak kejelekan. (HR.al Bukhori 3346, Muslim 2880).* Dalil dalil di atas menegaskan kepada kita tentang keberadaan Ya'juj dan Ma'juj sejak zaman dahulu. Bersambung...

Hadis Shahih 9 months ago

➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar Dimuka Bumi ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 3⃣ ▪Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj Merupakan Salah Satu Tanda Kiamat. Allah ta'ala berfirman, Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari Kiamat), maka tiba tiba terbelaklah mata orang orang kafir. (Mereka berkata): Aduhai, celakah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang orang yang zholim. (al Anbiya : 96-97). Ayat di atas menunjukkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dari tembok yang membentengi dan menghalangi mereka dengan idzin Allah ta'ala kelak ketika menjelang Hari Kiamat. Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam juga bersabda, Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya. Kemudian beliau berkata menyebutkan, Asap, Dajjal, hewan melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya 'Isa bin Maryam 'Alaihissalam, Ya'juj dan Ma'juj, terjadi tiga gempa: gempa di timur, gempa dibarat dan gempa di jazirah Arab, dan yang paling terakhir adalah api keluar dari negeri yaman menggiring manusia ketempat berkumpulnya. (HR.Muslim 2901). ▪Kisah Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. keluarnya Ya'juj dan Ma'juj adalah setelah Nabi 'Isa 'Alaihissalam berhasil membunuh Dajjal. Dalam shohih Muslim dari Shohabat Nawwas bin Sam'an Rodhiyallohu 'anhu, Rasululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda, Kemudian 'Isa bin Maryam 'Alaihissalam mendatangi sebuah kaum yang Allah ta'ala telah melindungi mereka dari Dajjal. Maka 'Isa 'Alaihissalam mengusap wajah wajah mereka dan memberitakan kepada mereka tentang derajat mereka di surga. Ketika mereka dalam kondisi demikian, tiba tiba Allah ta'ala mewahyukan kepada 'Isa 'Alaihissalam : Aku telah mengeluarkan hamba hambaku (Yaitu bangsa Ya'juj dan Ma'juj) yang tidak ada seorangpun mampu memerangi mereka. Selamatkanlah hamba hamba Ku (Yang baik baik) ke gunung. Maka Allah ta'ala mengeluarkan Ya'juj dan Ma'juj, mereka turun dengan cepatnya dari seluruh tempat ketinggian. Rombongan Awal mereka melewati Danau Thobariyyah, mereka pun meminum air yang ada padanya (Hingga habis). Kemudian rombongan akhir dari mereka melewati danau tersebut, mereka mengatakan, Dulu disini pernah ada air. Mereka pun kemudian mengepung Nabi 'Isa 'Alaihissalam dan sahabat sahabatnya. (HR.Muslim 2937). *Allah ta'ala membinasakan Ya'juj dan Ma'juj Dengan Barokah Do'a Nabi 'Isa 'Alaihissalam. Al Hafidz Ibnu Katsir Rohimahulloh dalam kitab An Nihayah menyebutkan, penyebutan tentang keluarnya Ya'juj dan Ma'juj yaitu pada hari hari turunnya Nabi 'Isa bin Maryam 'Alaihissalam setelah beliau membunuh Dajjal. Kemudian Allah ta'ala membinasakan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) semuanya dalam semalam dengan Barokah Do'a Nabi 'Isa 'Alaihissalam atas mereka. Dalam lanjutan hadits dari sahabat Nawwas bin Sam'an Rodhiyallohu 'anhu diatas, Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, Ya'juj dan Ma'juj pun mengepung Nabi 'Isa 'Alaihissalam dan para sahabatnya. Hingga pada hari itu kepala ekor sapi lebih berharga bagi salah seorang diantara mereka dibandingkan seratus dinar bagi salah seorang diantara kalian pada hari ini. Kemudian Nabi 'Isa 'Alaihissalam dan Para shohabatnya pun berdo'a denga penuh harap kepada Allah ta'ala. Lalu Allah ta'ala mengirim cacing cacing keleher leher mereka. Maka mereka pun menjadi Mayat mayat bergelimpangan, mati serentak. Kemudian Nabi 'Isa 'Alaihissalam dan para shahabatnya turun (dari gunung) kebumi. Mereka tidak mendapati sejengkal pun tempat dimuka bumi ini kecuali dipenuhi oleh Kotoran dan bau busuk (Bangkai) mereka. Maka Nabi 'Isa 'Alaihissalam dan para shahabatnya kembali berdo'a dengan penuh harap kepada Allah ta'ala. Kemudian Allah ta'ala mengirim burung yang lehernya seperti unta untuk membawa dan membuang bangkai bangkai tersebut kemana saja yang dikendaki Allah ta'ala. Lalu Allah ta'ala menurunkan hujan. Tidak ada satu rumah pun, atau tanah liat, atau tetumbuhan yang menghalangi hujan tersebut. Hujan tersebut membersihkan bumi hingga sepert i cermin. (HR.Muslim 2937).* Bersambung...

Hadis Shahih 9 months ago

💽🔊 audio rekaman 🔊💽 Kajian Islam Kota Denpasar 🇮🇩 Taushiyah Ba'da Subuh 🌅 Hari ini ... 📆 Ahad, 26 Rabiul Tsani 1437 H/ 07 Februari 2016 M di ... 🏡 Masjid Sadar Sesetan Denpasar. 🔊 Bersama Al Ustadz Abu Ja'far حفظه الله تعالى Pembahasan tentang : 🔥Tanda-tanda Besar Hari Kiamat 🔥 🐾 Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj 🐾 📤 50:06 __________________ 🌏 www.annajiyah-bali.net Dengarkan dan download di https://t.me/anNajiyahBali/1529

Yudi Aprianto 9 months ago

Posisi Yanto ?

Hadis Shahih 9 months ago

(DOWNLOAD AUDIO) KELUARNYA YA'JUJ DAN MA'JUJ DI AKHIR ZAMAN - AL USTADZ ABU HANIFAH AT THUBANY HAFIZHAHULLAH (SEMOGA ALLOH JAGA BELIAU TETAP ISTIQOMAH DI ATAS ALHAQ) Link Unduh : http://ahlussunnahsintangkalbar.blogspot.co.id/2017/06/download-audio-keluarnya-yajuj-dan.html

Hadis Shahih 9 months ago

Belajar Mengucapkan "SAYA TIDAK TAHU" Oleh : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed Di samping golongan para pengingkar sunnah yang menolak hadits-hadits shahih dengan akal dan hawa nafsunya, ada pula golongan yang "sok tahu". Mereka berbicara sesuatu tanpa ilmu. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu akan keluar dari segitiga bermuda, Dajjal adalah Amerika karena memandang dengan sebelah mata yaitu mata dunia, Ya'juj wa ma'juj adalah pasukan mongol dan lain-lain. Maka pada kesempatan kali ini akan kami bawakan beberapa dalil dan ucapan para shahabat dan ulama yang membimbing kita untuk bejalar mengatakan "tidak tahu" terhadap hal-hal yang memang tidak diketahui, apalagi pada perkara-perkara ghaib yang tidak ada perincian dan penjelasannya dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Allah Subhanahu Wara'ala berfirman: وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً. (الإسراء: 36) Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan ten-tangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan-jawabannya. (al-Israa': 36) Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wata'ala mengajarkan kepada kita agar tidak berbicara tentang sesuatu, kecuali dengan ilmu. Apalagi jika masalah itu berkaitan dengan perkara-perkara ghaib, apakah yang berkaitan dengan dzat Allah, perbuatan Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, atau pun perkara-perkara yang belum terjadi dan akan datang seperti tanda-tanda hari kiamat, hari kebangkitan, hisab, surga dan neraka atau pun yang selainnya. Dalam masalah-masalah tersebut, kita tidak mungkin bisa mengetahuinya dengan panca indera atau akal kita. Kita hanya mengetahui sebatas apa yang diberitakan dalam al-Qur'an dan hadits yang shahih sesai dengan apa yang dipahami oleh para shahabat Radhiallahu 'anhum Mu'adz bin Jabbal Radhiallahu 'anhu ketika ditanya oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tentang sesuatu yang tidak diketahui, maka beliau menjawab allahu wa rasuluhu a'lam. Disebutkan dalam satu hadits yang diriwayat-kan dari Mu'adz bin Jabbal Radhiallahu 'anhu Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam berkata kepada Mu'adz: يَا مُعَاذُ أَتَدْرِي مَا حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ؟ Ya Mu'adz tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya? Mu'adz Radhiallahu 'anhu menjawab: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam bersabda: أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَلاَ يُشْرَكَ بِهِ شَيْئًا. Hak Allah atas hamba-Nya adalah agar mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apa pun. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam bertanya lagi: أَتَدْرِي مَا حَقُّهُمْ عَلَيْهِ إِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ؟ Tahukah engkau apa hak mereka jika telah menunaikannya? Mu'adz menjawab: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. (HR. Bukhari dan Muslim) Ini menunjukkan adab seorang shahabat ketika ditanya dengan sesuatu yang tidak dia ketahui, mereka mengatakan: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu"1). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam sendiri pun diajarkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala untuk menjawab "allahu 'alam" ketika ditanya tentang ruh, karena itu adalah urusan Allah. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman: وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً. (الإسراء: 85) Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urus-an Rabb-ku, dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit". (al-Isra': 85) Bersambung ....

Hadis Shahih 9 months ago

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tidak malu untuk mengatakan "tidak tahu" pada perkara-perkara yang memang Allah tidak turunkan ilmu kepadanya. Atau beliau menunda jawabannya hingga turun jawaban dari Allah Subhanahu Wata'ala. Hikmah dari jawaban-jawaban beliau Shalallahu 'alaihi wasalam ini adalah: kaum Yahudi dan Musyrikin mengetahui betul bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tidak mengucapkan dari hawa nafsunya, melainkan wahyu Allah yang diturunkan kepadanya. Jika ada keterangan wahyu dari Allah beliau jawab, dan jika tidak, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam menundanya. Imam asy-Sya'bi Rahimahullah pernah ditanya tentang satu masalah, beliau menjawab: "Saya tidak tahu". Maka si penanya heran dan berkata: "Apakah engkau tidak malu mengatakan 'tidak tahu', padahal engkau adalah ahlul fiqh negeri Iraq?" Beliau menjawab: "Tidak, karena para malaikat sekalipun tidak malu mengatakan 'tidak tahu' ketika Allah tanya: أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاَءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ. (البقرة: 31) "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar!". (al-Baqarah: 31) Maka para malaikat menjawab: قَالُوا سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ. (البقرة: 32) Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada ilmu bagi kami selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (al-Baqarah: 32) (Lihat ucapan asy-Sya'bi dalam Jami' Bayanil 'Ilmi wa Fadllihi (2/51) melalui Hilyatul 'Alimi al-Mu'alim karya Salim bin 'Ied al-Hilali). Dakwah ini adalah menyampaikan apa yang Allah turunkan dan apa yang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam jelaskan. Bukan buatan sendiri, berpikir sendiri, atau memberat-beratkan diri dengan sesuatu yang tidak ada ilmu padanya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (86) إِنْ هُوَ إِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (87) وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ. (ص: 86-88) Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kalian atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan (memaksakan diri)." Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kalian akan mengetahui (kebenaran) berita al-Qur'an setelah beberapa waktu lagi. (Shaad: 86-88)

Hadis Shahih 9 months ago

Karena ayat inilah Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu marah ketika ada seseorang yang berbicara tentang tanda-tanda hari kiamat dengan tanpa ilmu. Beliau Radhiallahu 'anhu berkata: مَنْ كَانَ عِنْدَهُ عِلْمُ فَلْيَقُلْ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ عِلْمُ فَلْيُقُلْ: اللهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ اللهَ قَالَ لِنَبِيِّهِ عَلَيْهِ وَسَلاَّمَ: ((قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ )). "Barangsiapa yang memiliki ilmu maka katakanlah! Dan barangsiapa yang tidak memiliki ilmu maka katakanlah: 'Allahu a'lam!" Karena sesungguhnya Allah telah mengatakan kepada nabi-Nya: (("Kata-kanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan (me-maksakan diri"))". (Atsar riwayat ad-Darimi juz 1/62; Ibnu Abdil Barr dalam Jami' Bayaanil Ilmi, juz 2/51; Baihaqi dalam al-Madkhal no. 797; al-Khathib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal Mutafaqih; melalui nukilan Hilyatul Alimi al-Mu'allim, hal. 59) Demikian pula Abu Bakar Shiddiq radhiallahu 'anhu ketika ditanya tentang tafsir suatu ayat yang tidak beliau ketahui, beliau menjawab: "Bumi mana yang akan aku pijak, langit mana yang akan menaungiku, mau lari ke mana aku atau apa yang akan aku perbuat kalau aku mengatakan tentang ayat Allah tidak sesuai dengan apa yang Allah kehendaki". (Atsar riwayat Ibnu Abdil Barr dalam Jami' Bayanil 'Ilmi, juz 2/52; Bai-haqi dalam al-Madkhal, no. 792. Lihat Hilyatul 'Alimi al-Mu'allim, hal. 60) Diriwayatkan ucapan yang semakna dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'anhu dan juga dinukilkan dari para shahabat oleh para ulama setelahnya seperti Maimun bin Mihran, Amir asy-Sya' bi, Ibnu Abi Mali-kah dan lain-lain. (Lihat sumber yang sa-ma hal. 60) Pernah Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu ditanya tentang satu masalah, kemudian beliau menjawab: "Aku tidak mempunyai ilmu tentangnya", (padahal pada saat itu beliau sebagai khalifah –pent.). Beliau berkata setelah itu: "Duhai dinginnya hatiku (3x)". Maka para penanya berkata kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin, apa maksudmu?" Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu menjawab: "Yakni dinginnya hati seseorang ketika ditanya tentang sesuatu yang dia tidak ketahui, kemudian ia menjawab: "Wallahu a'lam"". (Riwayat ad-Darimi 1/ 62-63; al-Khathib dalam al-Faqih wal Mutafaqih, juz 2 hal. 171; Baihaqi dalam al-Madkhal no. 794 dari jalan yang banyak. Lihat Hilyatul 'Alimi al-Mu'alim hal. 60) Kejadian yang sama juga terjadi pada Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma , ketika beliau ditanya: "Apakah bibi mendapatkan warisan?" Be-liau menjawab: "Saya tidak tahu". Kemudian si penanya berkata: "Engkau tidak tahu dan kami pun tidak tahu, lantas…?" Maka Ibnu UmarRadhiallahu 'anhuma berkata: "Pergilah kepada para ulama di Madinah, dan tanyalah kepada mereka". Maka ketika dia berpaling, dia berkata: "Sungguh mengagumkan, seorang Abu Abdirrahman (Yakni Ibnu Umar radhiallahu 'anhum) ditanya sesuatu yang beliau tidak tahu, beliau katakan: "Saya tidak tahu". (Riwayat ad-Darimi 1/63; Ibnu Abdi Barr dalam Jami' Bayanil 'Ilmi, al-Khathib dalam al-Faqih wal Mutafaqih, juz 2 hal. 171-172; al-Baihaqi dalam al-Madkhal, 796. Lihat Hilyatul 'Alimi al-Mu'alim hal. 61) Datang seseorang kepada Imam Malik bin Anas Rahimahullah bertanya tentang satu masalah hingga beberapa hari beliau belum menjawab dan selalu mengatakan: "Saya tidak tahu". Sampai kemudian orang itu datang dan berkata: "Wahai Abu Abdillah, aku akan keluar kota dan aku sudah sering pulang pergi ke tempatmu (yakni meminta jawaban)". Maka Imam Malik menundukkan kepalanya beberapa saat, kemudian mengangat kepalanya dan berkata: "Masya Allah Ya hadza, aku berbicara adalah untuk mengharapkan pahala. Namun, aku betul-betul tidak mengetahui apa yang kamu tanyakan." (Riwayat Abu Nu'aim dalam al-Hilya, 6/323; Ibnu Abdil Barr dalam Jami Bayanil Ilmi, 2/53; Baihaqi dalam al-Madhkal no. 816; al-Khathib dalam al-Faqih wal Mutafaqih, 2/174; Lihat Hilyatul 'Alimi al-Mu'alim, hal. 63). Dari beberapa ucapan di atas, kita diperintahkan untuk menyampaikan apa yang kita ketahui dari al-Qur'an dan as-Sunnah, dan dilarang untuk berbicara pada sesuatu yang tidak kita ketahui. Sebagai penutup kita dengarkan nasehat seorang ulama sebagai berikut: "Belajarlah engkau untuk mengucapkan 'saya tidak tahu'. Dan janganlah belajar mengatakan 'saya tahu' (pada apa yang kamu tidak tahu –pent.), karena sesungguh-nya jika engkau mengucapkan 'saya tidak tahu' mereka akan mengajarimu sampai engkau tahu. tetapi jika engkau mengatakan 'tahu', maka mereka akan menghujanimu dengan pertanyaan hingga kamu tidak tahu". (Jami' Bayanil 'Ilmi, 2/55 melalui nukilan Hilyatul 'Alim al-Mu'alim, Salim bin 'Ied al-Hilaly, hal. 66) Perhatikanlah pula ucapan Imam asy-Sya'bi rahimahullah : "Kalimat 'saya tidak tahu' adalah setengah ilmu". (Riwayat ad-Darimi 1/ 63; al-Khathib dalam al-Faqih wal Mutafaqih, juz 2/173; Baihaqi dalam al-Madkhal no. 810. Lihat Hilyatul 'Alimi al-Mu'alim hal. 65) Maka kalau seseorang 'sok tahu' tentang sesuatu yang tidak ada ilmu padanya, berarti bodoh di atas kebodohan. Yakni bodoh tentang ilmunya dan bodoh tentang dirinya (Tidak menyadari kebodohannya). Catatan Kaki: 1) Jawaban di atas diucapkan jika pertanyaannya berkaitan dengan masalah syari'at. Namun, jika perta-nyaannya berkaitan dengan masalah takdir dan sejenisnya, jawabannya cukup dengan "wallahu a'lam", karena Rasulullah shallallahu'alaihi wasalam sendiri pun tidak mengetahuinya. (Demikianlah yang kami dapatkan dari Syaikh 'Utsaimin dalam majlisnya). Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 74/Th. II 07 Rajab 1426 H/12 Agustus 2005 M

Heri Gusnawan 9 months ago

https://youtu.be/lXUpf_3VUos

Ananda Salafy 9 months ago

YA'JUJ & MA'JUJ 📝 Asy-Syaikh ibnu 'Utsaimin رحمه الله : Pertanyaan : "Apakah yang dimaksud dengan Ya'juj dan Ma'juj ??" Jawab : "Yang dimaksud dengan Ya'juj dan Ma'juj yaitu keduanya adalah dua kabilah/suku dari keturunan Adam, sebagaimana yang telah ada penjelasannya dari hadits Nabi ﷺ. Adapun yang beredar dari berbagai buku-buku bahwasanya mereka ada yang kerdil dan ada yang besar dan diantara mereka ada yang telinganya terlentang dan lainnya terlipat atau yang semisal itu, maka semua ini tidak ada asalnya. Dan mereka adalah dari keturunan Nabi Adam (yakni manusia) dan bertabiat keturunan Adam (memiliki sifat manusia sebagaimana yang lainnya,-red) Akan tetapi mereka pada waktu/zaman Dzulqarnain, mereka adalah kaum yang merusak di muka bumi, Maka orang-orang disekitarnya meminta kepada Dzulqarnain agar dia membuatkan antara mereka dengan Kaum Ya'juj dan Ma'juj sebuah benteng agar menghalangi mereka agar sampai ke orang-orang dan merusak di muka bumi, maka beliau (Dzulqarnain) pun membuatnya. dan berkata, sebagaimana dalam Al Qur'an : آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا berilah aku potongan-potongan besi. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu. Surah Al-Kahfi (18:96). Maka Allah Ta'ala mencukupi mereka dari kejelekan Ya'juj dan Ma'juj. Kemudian nanti diakhir zaman dan setelah turunnya Nabi 'Isa عليه الصلاة و السلام mereka keluar kepada manusia dan menyebar. Yaitu mereka keluar dan menyebar dimuka bumi dan mengepung Nabi 'Isa bin Maryam dan orang-orang yang beriman yang bersama beliau disebuah gunung di Baitul Maqdis, lalu Allah Tabaraka wa Ta'ala menjatuhkan ulat kepada mereka (Kaum Ya'juj & Ma'juj) dan menimpa ke leher-leher mereka dan memakan mereka. Lalu mereka pun mati, semua mati (sekaligus,-red) seperti matinya satu lelaki. Allah Subhana wa Ta'ala menjaga Nabi 'Isa dan pengikutnya dari kejahatan mereka." 📚 Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb > Kaset No. 49 السؤال: ما المقصود بيأجوج ومأجوج ؟ الجواب: المقصود بيأجوج ومأجوج أنهما قبيلتان من بني آدم ، كما جاء في ذلك الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم، وما ورد في بعض الكتب من أن منهم القصير جداً ومنهم الكبير ومنهم الذي يفترش أذنيه ويلتحف بالأخرى وما أشبه ذلك فكل هذا لا أصل له، وإنما هم من بني آدم وعلى طبيعة بني آدم، ولكنهم كانوا في وقت ذي القرنين، كانوا قوماً مفسدين في الأرض، فطلب جيرانهم من ذي القرنين أن يجعل بينهم وبينهم سداً حتى يمنعهم من الوصول إليهم وإفسادهم في أرضهم، ففعل ذلك، وقال: ﴿آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ﴾ الجبلين ﴿قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا﴾ ففعلوا ﴿فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا﴾. فكفى الله جيرانهم شرهم. ثم إنه في آخر الزمان وبعد نزول عيسى عليه الصلاة والسلام يخرجون على الناس ويُبعثون؛ بمعنى أنهم يخرجون وينتشرون في الأرض ويحصرون عيسى ابن مريم والمؤمنين معه في جبل بيت المقدس، ثم يلقي الله تبارك وتعالى في رقابهم دودةً تأكل رقابهم فيصبحون فرسى؛ جمع فريسة؛ يعني موتى كلهم ميتة رجلٍ واحد، ويقي الله سبحانه وتعالى عيسى وأصحابه شرهم. ابن عثيمين رحمه الله تعالى المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [49] رابط المقطع الصوتي http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_049_18.mp3 📮 SALAM Baca juga : Mengenal Ya’juj dan Ma’juj : http://asysyariah.com/mengenal-yajuj-dan-majuj/ Baca juga : Benarkah Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu bahwa beliau berpendapat tentang telah munculnya Ya`juj dan Ma`juj dan bahwa mereka itu adalah penduduk Cina. Selengkapnya : http://asysyariah.com/yajuj-dan-majuj-bangsa-perusak-dan-kebinasaannya/ Baca juga: Ya’juj dan Ma’juj Sudah Muncul ? Ya`juj dan Ma`juj, bangsa yang nanti akan muncul menjelang hari kiamat memang sudah ada sekarang di sebuah wilayah yang dipagari oleh sebuah “benteng”. Namun benarkah mereka telah berhasil menembus dinding besi dan tembaga yang mengisolir mereka selama ini kemudian mewujud dalam bangsa yang mendiami wilayah Rusia dan negaranegara pecahan Soviet di Asia Tengah dan sebagian Eropa? Dan benarkah mereka adalah bangsa Mongol (Tartar)? Selengkapnya : http://asysyariah.com/apakah-yajuj-dan-majuj-sudah-muncul/ Baca juga : Kisah Raja Dzulqarnain dalam Surat Al-Kahfi : http://asysyariah.com/kisah-dzulqarnain-dalam-surat-al-kahfi/ Bersambung ke komentar

Ananda Salafy 9 months ago

Uas asbun... 💥⚠⛔🔥 *HANYA ORANG GILA YANG MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN!!* ✍🏼 _Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:_ *إنَّ كل من يُفتي الناس في كل ما سُئل عنه لمجنون.* _"Sesungguhnya semua yang memberi fatwa kepada manusia pada semua masalah yang ditanyakan kepadanya benar-benar orang yang gila."_ 📚 *Shahih, diriwayatkan dalam kitab az-Zuhd karya Sa’id bin Manshur, no. 5900* 🌍 *Sumber* || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/921520135587991559 ⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia* ⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy 💎💎💎💎💎💎💎💎💎